
2 Juli 1994 tragedi memilukan terjadi di dunia sepakbola, Andres Escobar tewas dengan enam peluru bersarang ditubuhnya usai mendapat serangan persis di luar sebuah bar di kampung halamannya sendiri. Laporan lainnya bahkan menyebut dia tewas setelah mendapat hantaman 12 peluru.
Sepuluh hari sebelumnya, 22 Juni 1994, Escobar mencetak gol bunuh diri di fase grup Piala Dunia melawan Amerika Serikat. Di menit 34 Escobar keliru mengantisipasi umpan silang John Harkes dan bola bersarang di gawangnya sendiri. Pada pertandingan ini Kolombia kalah 2-1 dan tersingkir dari turnamen meski mereka menang di laga terakhir grup melawan Swiss.
Escobar pulang ke Kolombia dengan hati hancur namun menolak untuk larut dalam kesedihan. Sang bintang bahkan menulis editorial pada harian di Bogota, El Tiempo mengutarakan penyesalan. Di akhir artikel dia menulis, 'Sampai jumpa, karena kehidupan tidak berakhir di sin
Kekalahan tersebut membuat kota Medelin berduka, Escobar mendapat peringatan agar tetap low profile namun pada 2 Juli dia keluar bersama teman-temannya.
Di sebuah nightclub, gol bunuh diri Escobar dipertanyakan dan dia memutuskan keluar pulang ke rumah. Saat tiba di tempat memarkirkan mobil, Escobar dihadang tiga laki-laki dan seorang wanita. Di tengah-tengah adu argumentasi panas, dua orang di antaranya mengeluarkan senjata api dan mengeluarkan tembakan sebanyak enam kali. Escobar dilarikan ke rumah sakit namun 45 menit kemudian dinyatakan tewas.
Humberto Castro Munoz, seorang pengawal salah satu anggota kartel kuat Kolombia mengaku melakukan pembunuhan dan dijatuhi hukuman 43 tahun namun hanya menjalani 11 tahun masa tahanan.
Sebuah film dokumenter mengklaim, andai salah satu orang 'paling kuat' di Kolombia Pablo Escobar masih hidup, Andres Escobar kemungkinan besar tidak akan menjadi target penembakan karena 'El Patron' fanatik terhadap sepakbola dan merupakan sahabat sang pemain tim nasional tersebut.
Pemakaman Escobar dihadri lebih dari 120.000 orang dan episode pembunuhannya membuat beberapa pemain memutuskan mengakhiri karir di level internasional bahkan gantung sepatu.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar