
13 gol berhasil dia sumbangkan untuk Rennes sepanjang musim lalu. Siapa Romain Alessandrini?
Tak perlu berlama-lama, Romain Alessandrini sukses melalui musim pertamanya bersama Rennes dengan catatan gemilang sepanjang 2012/13.
Performa mengilap sayap kidal itu lantas diikuti pula dengan namanya yang kini dilirik di lantai jual-beli pemain Ligue 1 Prancis.
Salah satu klub yang paling ngotot mendapatkan tenaganya adalah Marseille. Tak main-main, klub asuhan Elie Baup ini sudah bolak-balik menawar sang pemain tiga kali. Dua tawaran pertama -- €7 juta dan €8 juta -- ditolak mentah oleh pihak Rennes, namun kubu OM tak lantas angkat bendera putih.
Pada awal pekan ini, klub yang berbasis di Stade Velodrome ini maju lagi dengan proposal pinangan di angka yang lebih menarik: €10 juta.
Menurut transfermarkt, kans Alessandrini merapat ke Marseille atau bertahan masih 50-50. Meski begitu, sang pemain pernah secara terbuka menyatakan kecintaannya pada Marseille.
"Hati saya melekat di klub itu. OM Tertarik pada saya. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk kembali menemukan keluarga, kampung halaman, dan banyak hal-hal lainnya," ujar Alessandrini Juni lalu.
Profil. Wajar saja Alessandrini tak segan-segan mengakui kalau hatinya tak bisa bohong lebih mencintai Marseille ketimbang Rennes. Pasalnya, pemain bernomor punggung 19 ini adalah bocah asli Marseille. Yah, di kota itu, Alessandrini lahir pada 1989.
| PROFIL SINGKAT | |
![]() |
|
| Tanggal lahir: 3 April 1989 Posisi: Sayap |
|
| REKOR MUSIM 2012/13 DI LIGA | |
| PENAMPILAN (INTI) MENIT BERMAIN GOL ASSIST AKURASI UMPAN KARTU KUNING/MERAH |
22 (22) 1567 10 6 77% 2/0 |
| RIWAYAT KARIER (Laga/Gol) | |
| 2009/10: Guleugnon 2010/12: Clermont Foot 2012 - skrg : Rennes |
33/6 68/22 26/13 |
Setahun bermukim di sana, Alessandrini cukup memberikan kontribusi yang berefek: tampil sebanyak 33 laga serta mencetak enam gol. Hanya setahun dia di sana, Alessandrini naik kelas.
Clermont Foot, klub Ligue 2, mencium bakatnya dan mengontrak si sayap pada 2010 silam. Di klub inilah bakat besar Alessandrini berunjuk gigi. Di bawah asuhan Regis Brouard, Alessandrini dipercaya terjun di 68 partai dan mengoleksi 22 gol selama periode dua musimnya di Clermont sebelum akhirnya level kariernya kembali menanjak ketika Rennes muncul untuk meminangnya pada 2012 lalu.
Bersama Les Rouges et Noirs, Alessandrini tak memerlukan waktu adaptasi yang lama. Sepanjang musim lalu, Pemain 24 tahun ini berhasil mencuri hati mantan pelatih Rennes Frederic Antonetti dan langsung diposisikan sebagai figur integral tim. Dari total 22 laga yang dijalankannya, sayap berpostur 173 cm itu mampu mencetak 10 gol (13 gol bila digabung dengan tiga golnya di empat laga Coupe de la Ligue) dan 6 assist. Rekor yang patut diperhitungkan untuk ukuran gelandang sepertinya.
Belum lagi fakta bahwa bermain di 22 pertandingan bukannya menggambarkan si pemain minim jam terbang. Alessandrini harus diparkir pada Februari silam karena cedera dan diperkirakan baru bisa pulih pada Agustus mendatang. Tak terbayang, mungkin apabila dia fit hingga akhir musim kemarin, berapa gol yang sudah bisa dia torehkan.
Kemampuan. Tendangan jarak jauh kerap menjadi sajian gol-golnya di musim lalu. Alessandrini piawai membaca situasi dalam skema menyerang untuk lantas menempatkan posisi yang membuatnya benar-benar nikmat kala menghujam bola dari luar kotak penalti.
Tak hanya itu, Alessandrini kerap memberikan ancaman-ancaman nyata dari situasi set-piece, baik ketika melakukan direct free kick, atau melayangkan bola kepada rekan.
Tinggi badan yang "cuma" 173 cm membuat pergerakan Alessandrini juga terbilang lincah. Kegesitannya ini kerap kali dia pergunakan untuk membelah dan menusuk box pertahanan lawan. Tak heran kalau di musim lalu dia terkadang menjebol gawang lawan secara tidak diduga-duga. Satu gol indahnya lewat tendangan flying backheel di laga Nancy 9 November tahun lalu bisa menjadi bukti. Simak videonya di sini.
Prediksi. Dengan mempertimbangkan sebuah pembuktian signifikan bagi klub, bertahan di Rennes setidaknya semusim lagi bisa menjadi pilihan yang bijaksana. Apalagi, sejak Februari silam Alessandrini sudah tak lagi nampak batang hidungnya di skuat lantaran cedera.
"Saya ulangi, Romain Alessandrini tak akan meninggalkan Stade Rennais di musim ini," tegas Frederic de Saint-Sernin, presiden Rennes.
Namun apabila Alessandrini ingin kariernya lekas melompat, pindah ke Marseille menjadi jawaban paling tepat. Dua kubu ini sudah saling mencinta, walau memang Rennes begitu alot untuk merestui.
Tapi setidaknya Marseille sejauh ini menunjukkan gelagat yang amat serius dengan dilayangkannya tiga proposal pinangan. Dua hal pasti yang akan membuat Alessandrini tambah pusing melihat Marseille: tampil di Liga Champions, dan berkesempatan merasakan perburuan gelar juara domestik.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar