musikkaraoke.com www.rajagol.com www.klikbola.com www.indowinpoker.com

Jumat, 19 Juli 2013

AGEN CASINO ONLINE | TARUHAN BOLA |TANGKAS | TOGEL ONLINE | POKER ONLINE | Sumur La Masia Sudah Kering Atau Tito Vilanova Tak Berani Promosikan Cantera?



Ketika Pep Guardiola meraih kesuksesan dengan mengandalkan pemain jebolan La Masia, era Tito Vilanova tampaknya lebih percaya dengan pemain 'impor'


Ketika Barcelona bersiap untuk menantang Arsenal pada babak 16 besar Liga Champions, Pep Guardiola tertarik dengan anak muda bernama Jack Wilshere di sisi The Gunners.

"Ia [Wilshere] beruntung," ujar mantan bos Barca tersebut. "Karena kami memiliki banyak pemain di tim kedua sepertinya. Dia bermain karena tak ada tekanan dari klubnya untuk memenangi gelar juara."

Pada saat itu Guardiola memiliki dasar yang kuat atas argumennya. Dia telah memimpin Barcelona meraih treble di musim debutnya sebelum akhirnya ia kembali menaklukan Eropa untuk kali kedua pada 2011, dengan bermodalkan pemain jebolan akademi klub pada strating XI kala menghempaskan Manchester United. Guardiola tampaknya telah membentuk sebuah struktur yang sempurna, sistem bisa beroperasi nyaris tanpa seorang figur menonjol.

Di bawah Guardiola, Sergio Busquets, Thiago Alcantara, Pedro, Bojan Krkic, Isaac Cuenca, Marc Bartra, Martin Montoya dan Cristian Tello semuanya melakukan lompatan dari level junior dan tim B menuju skuat senior. Semua terlihat nyata, bakat teknis yang terbentuk di La Masia sanggup tercurah kala membela tim senior.

Ketika Guardiola memutuskan meninggalkan Blaugrana untuk beristirahat selama satu tahun, terjadi perdebatan akan dampak yang sanggup terjadi pada Barcelona dan identitas tim. Setahun setelah era Guardiola, kini giliran asistennya dahulu Tito Vilanova yang ganti memimpin, tapi apakah klub masih mengandalkan pemain jebolan akademinya untuk meraih sukses?

Strategi transfer Vilanova sejak dirinya mengambil alih tonggak kepemimpinan Guardiola, memperlihatkan kepercayaannya terhadap jebolan La Masia tidak seteguh pendahulunya.

Sejak mengambil alih peran sebagai kepala pelatih pada musim panas lalu, Vilanova telah menghabiskan dana hampir €100 juta untuk mendatangkan Alex Song, Jordi Alba dan Neymar. Sementara Guardiola juga melakukan belanja pemain, namun ia lebih melihat kepada komposisi pemain yang sudah ada dan menyesuaikan kekurangannya.


Setelah menghabiskan €57 juta untuk membeli bintang Brasil Neymar, aktivitas transfer Vilanova seperti menunjukkan keraguan atas akademi La Masia. Neymar bukan pemain yang dibutuhkan oleh Barca, tapi generasi terakhir La Masia gagal meraih kepercayaan Vilanova. Kedatangannya merupakan sebuah gangguan, meskipun amat menarik.

Perbedaan antara Barcelona, yang diisi oleh pemain lulusan akademinya dengan rival Clasico mereka Real Madrid, yang mengedepankan para pionir Galatico, tidak lagi begitu jelas.

Selanjutnya, Vilanova perlahan seperti ingin menghilangkan aroma La Masia di Barcelona, dimulai dengan kepergian Thiago Alcantara ke Bayern Munich kemudian meminjamkan para pemain muda potensial seperti Gerard Deulofeu dan Isaac Cuenca ke klub lain. Hal tersebut semakin menguatkan rumor yang mengatakan Barca akan segera melepas Cesc Fabregas, salah satu lulusan terbaik yang kembali ke Camp Nou dua tahun lalu, ke Manchester United.

Dengan demikian, Vilanova telah membuat Barcelona terkesan lebih 'biasa'. Tak ada lagi aura menakutkan akademi La Masia yang belakangan menjadi fondasi klub asal Catalan tersebut, yang amat kental terasa di era Guardiola. Masa depan La Masia terlihat tak akan berkelanjutan.

Tentu saja akan bodoh, jika kita berpandangan Vilanova juga akan melepas pemain jebolan La Masia layaknya Lionel Messi, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Mereka adalah pengecualian, bukan sekedar pemain biasa lulusan La Masia. Pada kenyataanya Vilanova sebenarnya pernah menurunkan starting XI yang semuanya diisi pemain jebolan akademi klub pada kemenangan 4-0 atas Levante akhir November lalu. Hal tersebut merupakan yang pertama kali dalam sejarah klub. Tapi kembali, kesempatan yang dulunya diberikan kepada Tello, Pedro dan Thiago pada era Guardiola tak lagi ditawarkan.

Kabar terbaru berhembus, Barcelona akan segera mencari bek tangah baru pada bursa transfer musim panas ini.

Kekurangan Barca pada pos bek tengah memang sudah menjadi bahasan sejak beberapa musim terakhir, namun dapat dipastikan Vilanova tak akan melirik La Masia sebagai solusi permasalahan. Bartra dan Montoya telah gagal meraih kepercayaan sang pelatih. Barcelona kini terus dihubungkan dengan rekrutan mahal macam Marquinhos, Thiago silva dan David Luiz. "Kami ingin membeli bek tengah," ujar Vilanova ketika melakukan konferensi pers awal pekan ini.

La Masia merupakan rumah yang dibangun oleh sejarah panjang Barcelona, tapi keraguan mengitarinya sekarang atau Vilanova yang membuatnya terkesan diacuhkan? Pada akhirnya, regenerasi tak lagi berjalan seindah dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar